PAMEKASAN, koranmadura.com – Sejak awal tahun 2017, harga cabai rawit melambung tinggi. Tak tanggung-tanggun harganya tembus Rp120 ribu per kilogram hingga hari ini, Senin 23 Januari 2017.
Untuk menyiasati konsumen tetap membeli meski cabai rawit tinggi, para pedagang di pasar 17 Agustus dan Kolpajung Pamekasan, menjualnya dengan kemasan plastik kecil. Dalam kemasan itu berisi 4 buah dengan harga Rp 1.000. Artinya, satu buah cabai dihargai Rp 250.
Salah satu pedagang di Pasar 17 Agustus Pamekasan, Suryati (50) mengatakan, baru kali ini dirinya menjual cabai dengan kemasan plastik kecil. Itu dilakukan agar konsumen tetap membeli sekalipun harga cabai naik.
“Kalau dijual seperti biasanya, konsumen hanya menawar lalu pergi, karena harganya mahal,” kata perempuan asal Desa Tlanakan tersebut. “Satu buah cabai saya hargai Rp 250 rupiah,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan bentuk kemasan itu, banyak konsumen membeli sekalipun mereka terus mengeluh. “Selama harga cabai naik, belum ada konsumen yang membeli hingga 1 kilogram, Pak,” paparnya.
Kondisi yang sama terjadi di Pasar Kolpajung, di pasar yang sempat terjadi kebakaran dua tahun yang lalu itu, rata-rata pedagang menjual cabai dengan kemasan plastik. Hanya saja, di pasar Kolpajung kemasannya lebih besar
“Isinya 8 buah, Pak. Harganya Rp 2.000,” beber Halimatus Sa’diya (53) pedagang cabai asal Kecamatan Palengaan. (RIDWAN/MK)
