SUMENEP, koranmadura.com– Pemerintah Kabupaten Sumenep, dalam hal ini Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbupora), mengakui bahwa sampai sekarang belum bisa membuat desain pengembangan masing-masing destinasi pariwisata. Itu terungkap saat sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) melakukan audiensi, Jumat, 3 Februari 2017.
Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumenep, Sofiyanto, mengungkapkan, desain masing-masing destinasi pariwisata di lingkungan kabupaten ujung timur Pulau Madura belum bisa dibuat, sebab ada kaitannya dengan rencana induk pengembangan pariwisata daerah (Ripparda).
Diakui mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kabupaten (Setkab) Sumenep itu, sampai sekarang Ripparda belum selesai disusun. “Ripparda kita masih belum selesai. Sehingga desain di masing-masing destinasi masih belum bisa dibuat,” tukasnya.
Namun pria yang akrab disapa Sofi itu memastikan, pihaknya akan segera membuat desain masing-masing destinasi wisata jika Ripparda sudah disusun. “Baik itu master plan maupun DED-nya,” tambahnya.
Sementara terkait desain program Visit Sumenep 2018 yang mengangkat tema Sumenep Menarik dan Sehat itu, menurutnya, saat ini sudah dalam proses penyusunan. Beberapa waktu lalu, sambung dia, Disparbudpora sudah mendatangkan konsultan dari Surabaya. “Sekarang dari Disparbudpora sudah koordinasi untuk melihat laporan akhir desain Visit Sumenep 2018 itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, koordinator Mahasurya, Bisri, mempertanyakan kesiapan Pemkab Sumenep menyongsong Visit Sumenep 2018, terutama terkait desain pariwisata yang akan “dijual” kepada para pelancong ke depannya.
“Saya tidak yakin program Visit 2018 akan berjalan sukses sesuai harapan kita bersama. Karena sampai sekarang desain pengembanagan pariwisata di Sumenep ternyata belum selesai,” tegas Bisri kepada wartawan. (FATHOL ALIF/BETH)