SUMENEP, koranmadura.com – Beberapa waktu lalu, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep bersama sejumlah pihak lain melakukan bimbingan teknis (bimtek) ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Beberapa pihak yang dibawa ke Lombok oleh Disparbudpora beberapa waktu lalu di antaranya dari unsur pengelola destinasi wisata, para pengusaha pariwisata, dan beberapa dari unsur media.
Hanya saja hingga saat ini Disparbudpora belum merumuskan hasil bimbingan bimtek yang didapat dari Lombok sebagai “oleh-oleh” kepada masyarakat Sumenep. Misalnya terkait konsep pariwisata di Lombok yang bisa ditiru oleh pemerintah kabupaten paling timur Pulau Madura ini.
Kepala Disparbudpora, Sufiyanto, berdalih hasil bimtek selama beberapa hari di Lombok saat ini masih dirumuskan. Dalam prosesnya, perumusannya diserahkan kepada masing-masing unsur yang ikut ke Lombok.
“Sekarang masih dikerjakan (dirumuskan) oleh mereka. Kan, masih baru datang. Nanti kalau semuanya sudah merumuskan, hasilnya akan disatukan kemudian dijadikan rekomendasi,” katanya kepada wartawan, Kamis, 23 Maret 2017.
Selebihnya, mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setkab Sumenep itu menjelaskan alasan pemilihan Lombok sebagai tempat bimtek, yaitu karena dinilai memiliki kemiripan kultur dengan Sumenep, sama-sama islami.
“Kita punya konsep untuk Sumenep wisata islami. Sehingga pada Visit 2018 nanti, wisata di Sumenep islami. Itu sesuai dengan kajian yang dibuat oleh BPWS dan Unijoyo,” pungkasnya. FATHOL ALIF/MK
