SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, tampaknya masih perlu bekerja ekstra untuk menyukseskan tahun kunjungan wisata 2018 (Visit Years 2018). Terutama di bidang infrastruktur.
Pasalnya, hingga sekarang kesiapan infrastruktur menjelang Visit Years 2018 masih terbilang rendah. Kendati Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) mengklaim akan terus memperbaiki infrastruktur yang ada.
Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumenep, Sufiyanto menuturkan saat ini kesiapan infrastruktur baru mencapai sekitar 40 persen. “Untuk kesiapan infrastruktur kurang lebih 40 persen. Karena memang kemampuan APBD kita terbatas,” katanya kepada wartawan.
Menurut mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setkan Sumenep itu, salah satu infrastruktur yang akan mendapat perhatian betul dari pemerintah ialah pelabuhan. Sebab objek wisata unggulan yang akan “dijual” dalam Visit Years 2018 berada di kepulauan.
Dikatakan, setidaknya ada dua objek wisata unggulan pada Visit Years 2018 mendatang, yaitu Pulau Gili Iyang di Kecamatan Dungkek dan Pulau Gili Labak di Kecamatan Talango.
Pulau Gili Iyang dipilih sebagai objek wisata unggulan karena memiliki kadar oksigen tertinggi kedua di dunia setelah Yordania. Sementara Gili Labak, karena dinilai memiliki kekayaan alam bawah laut yang menawan, berupa terumbu karang. FATHOL ALIF/RAH
