SUMENEP, koranmadura.com – Jelang musim tembakau tahun 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan menyalurkan bantuan bibit kepada para petani secara gratis. Dinas terkait sudah memanggil para penangkar bibit untuk segera melakukan penangkapan.
Program penangkaran bibit tahun ini akan dilakukan di 25 titik yang tersebar di 10 kecamatan. Dari 10 kecamatan tersebut, tak satupun dari wilayah kepulauan. “Yang dari pulau tidak ada,” kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto.
Bambang mengklaim, 10 kecamatan yang menjadi lokasi program penangkaran benih tembakau tahun ini memang potensial untuk ditanami tembakau. Di antara 10 kecamatan itu ialah Lenteng, Ambunten, Ganding, Guluk-guluk, dan Pasongsongan.
“Jadi hanya pada daerah-daerah yang potensi. Kalau tidak potensi, khawatir nanti tidak ditanam,” tambah Bambang. Daerah potensi yang dimaksud minimal daerah tegal gunung.
Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan bahwa anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program penangkaran bibit tahun ini sekitar Rp 1,5 miliar. “Itu untuk 25 titik di 10 kecamatan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, tahun ini luas ploting area tembakau di Sumenep dipangkas sampai 5 ribu hektare. Dari yang sebelumnya mencapai 14 ribu hektare, sekarang menjadi 8 ribu hektar. Pemangkasan itu untuk menghasilkan tembakau berkualitas bagus. FATHOL ALIF/MK
