koranmadura.com – Perempuan juga mempunyai kesempatan meraih keberhasilan. Tua-muda punya peluang yang sama. Asal bisa tekun dan serius, kata Veti Andriyani. Buktinya aktivis PMII asal Kudus ini, telah berpenghasilan 3 juta sampai 5 juta rupiah per bulan. Penghasilan itu didapat dengan berjualan atribut Organisasi Kepemudaan utamanya atribut PMII dan NU.
Usaha yang ia jalani bidang aksesoris dan atribut organisasi. Seperti atribut PMII, mulai pin logo, wing, kapas, jaz, batik, kaos, baju PDH (Pakaian Dinas Harian), bendera, gordon, peci, ganci, plakad, dan lainnya. Tidak hanya atribut PMII, namun semua OKP dilayani. HMI, GMNI, IPNU, IPPNU, Ansor, Muslimat, Fatayat, dan aksesoris atribut NU. Semua ditekuninya, terutama ketika ada pemesan. “Semua organisasi, Mas. Utamanya PMII dan NU,” tutur anak pertama dari dua bersaudara ini.
Di usianya yang masih muda, perempuan Kudus Jawa Tengah ini menekuni usahanya mulai sejak 2015 silam. Saat itu ia menjual atribut PMII di Harlah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-55 di Surabaya. Kemudian ditekuni hingga kini PMII senusantara mengenalnya.
Bertepatan dengan 1 Agustus 2015 ia beri nama usahanya ini dengan nama “Anak Bangsa Collection”. Tahun pertama, dirinya harus banyak aktif di medsos, baik Fb,BBM, dan lainnya. “Masa perkenalan saya aktif di medsos. Selain itu jalan-jalan menuju cabang-cabang PMII. Bahkan ketika ada even, saya harus tampil di sana untuk promosi usaha saya,” ucapnya.
Menurutnya, usahanya sejak awal hanya bermodalkan nekad saja. Berhari-hari ia jalan ke setiap sudut kota di Jawa Tengah untuk mencari patner kerja dengan para kenalannya di beberapa konveksi. “Karena saya tak punya modal, maka saya lakukan itu, agar mereka bisa diajak kerja sama, bisa pesan dengan gratis, dan dibayar ketika sahabat-sahabati bayar, alhamdulillah saya dapat kepercayaan dari mereka,” ujar perempuan kelahiran 15 Februari 1993 ini.
Tahun kedua, usaha putri pasangan dari Bapak Karsanuddin dan Ibu Kurnaseh ini, membuahkan hasil fantastis. Dari Sabang sampai Meraoke sudah mengenalnya dan setiap hari mesti ada yang pesan. “Jadi, sekarang saya sudah gak terlalu ngebet promosi atau touring-touring karena sudah ada yang langganan, bahkan sudah ada yang jadi reseller. Alhamdulillah, berkah PMII, dan barokahnya NU, serta dukungan dari senior, dalam setiap bulan saya sudah berpenghasilan antara 3 Jt sampai 5 juta rupiah,” ucap perempuan singgel ini. (MADANI/RAH)