SUMENEP, koranmadura.com – Salah seorang wartawan media cetak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Syamsuni menyayangkan sikap salah seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Joko Sigit Supraworo. Pejabat yang sekarang duduk di kursi Camat Ambunten itu enggan menemui wartawan media cetak dan online yang hendak silaturahmi, Selasa, 25 April 2017. Bahkan niat baiknya diabaikan mentah-mentah.
“Kecewa dengan sikap beliau. Entah kenapa beliau sepertinya enggan menemui kami. Padahal beliau nyata ada,” kata Syamsuni, yang juga Pimred Majalah Suluh Madura ini.
Menurut Wakil Sekretaris Komunitas Jurnalis Sumenep itu, awalnya salah seorang staf Camat bilang kalau orang nomor satu di Ambunten itu ada. Namun selang beberapa menit setelah dirinya bersama dua kru lainnya menunggu, tiba-tiba muncul staf lainnya dan bilang kalau Camat ada kegiatan di desa. Bahkan majalah yang hendak dia berikan juga mau dikembalikan.
“Padahal ini nyata-nyata ada, tetapi tiba-tiba bilang ada kegiatan setelah stafnya menghadap. Aneh sekali, padahal kami hanya ingin silaturrahim walaupun hanya 5 menit,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, sejak lima tahun jadi jurnalis, baru kali ini menemukan pejabat yang alergi media. “Kalau seperti ini seolah tidak mau berhubungan baik dengan jurnalis. Apalagi di beberapa pertemuan Bupati dan Wabup sering bilang bahwa jurnalis itu adalah mitra. Maka harus dilayani. Kami niatnya baik kok, hendak sambung rasa dengan beliau,” paparnya.
Syamsuni berharap Bupati Sumenep dapat membina para pejabat di lingkungan Pemkab, agar tidak tertutup dan melek media. “Baru kali ini saya mendapat perlakuan kurang menyenangkan. Padahal beberapa Camat yang kami temui, mereka welcome kepada kami. Bahkan disambut hangat dan penuh kesejukan,” ucapnya. (MADANI/RAH)