PAMEKASAN, koranmadura.com – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) nakal yang tetap berjualan di kompleks Citra Logam Mandiri (CLM) di perempatan Gadin Pamekasan, Madura, Jawa Timur, lari terbirit-birit setelah diusir oleh petugas Satpol PP.
Memang, sejak Selasa, 25 April 2017, Tim Penata PKL terdiri dari Polres, TNI, Satpol PP, Dishub, Disperindag, dan Diskop gencar menertibkan PKL. Mereka serentak bertindak, seakan tidak bisa memberi ampun lagi terhadap para PKL nakal yang berusaha mengais rezeki untuk melangsungkan hidup keluarganya di rumah.
Lokasi-lokasi PKL yang diobok-obok oleh petugas, di antaranya Arek Lancor (Arlan) dan kompleks CLM. Upaya itu dilakukan agar para PKL tidak legi berjualan di zona terlarang tersebut. Para PKL yang masih membandel berjualan di zona terlarang itu, juga di pintu Gerbang Asta Barat atau 30 meter dari lokasi CLM, tak dibiarkan lagi bisa berjualan dengan tenang.
Puluhan petugas dari Satpol PP mendatangi mereka. Melihat kedatangan pasukan berseragam penegak perda itu, para PKL, terutama PKL ibu-ibu itu pun lari terbirit-birit sambil membawa dagangannya. Ada sebagian kabur ke arah barat. Ada juga ke utara.
“Ada Satpol PP, kaburrrrrr! ” teriak salah seorang pedagang kaki lima memberi komando pada teman-teman seperjuangannya. Meskipun panik, di antara mereka tampak lari tunggang-langgang sambil cekikikan.
Petugas Satpol PP mengejar para PKL dan menyuruh pulang ke rumahnya masing-masing.
“Jangan balik lagi, pulang sana,” kata petugas Satpol PP sambil mengejar PKL yang kabur kocar-kacir.
Menurut Kasi penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno, tim penata PKL akan terus menjaga tempat yang mereka tempati. “Insyaallah enam hari ke depan, kami akan terus tertibkan mereka jika masih berjualan di sini” terangnya. (RIDWAN/RAH)