SUMENEP, koranmadura.com – Jumlah aparatur sipil negera (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menyusut dari tahun ke tahun. Sementara hingga saat ini belum ada sinyal akan ada pengangkatan ASN baru.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Titik Suryati, mengatakan, tahun lalu jumlah ASN telah berkurang sekitar 300 orang. Baik karena pensiun, meninggal atau mengajukan pensiun dini.
Begitu juga dengan tahun ini. Menurut perempuan yang akrab disapa Titik itu, jumlah ASN yang akan berhenti diprediksi mencapai 300-an orang. “Untuk tahun ini jumlahnya mungkin tak jauh beda dari tahun kemarin,” ujarnya, Rabu, 26 April 2017.
Ratusan ASN yang berhenti tersebut kemungkinan tak ada penggantinya. Sebab, menurut Titik, hingga sekarang pihaknya belum menerima informasi dari Pemerintah Pusat bahwa akan akan pengangkatan CPNS.
“Sampai hari ini saya di kabupaten belum menerima informasi atau sosialisasi bahwa akan ada rekrutmen CPNS di tahun ini. Biasanya kalau memang ada rekrutmen, semua kabupaten dikumpulkan untuk menerima jumlah formasi,” tambahnya.
Karena itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak termakan isu, dan melakukan segala cara agar bisa diangkat jadi ASN. Sebab kalaupun ada rekrutmen, saat ini sistemnya sudah berubah. “Jadi tidak ada oknom yang bisa menjamin. Makanya jangan mudah percaya kepada oknom-oknom tertentu,” pungkasnya. (FATHOL ALIF)