SAMPANG, koranmadura.com – Tidak banyak orang tahu kalau Kabupaten Sampang memiliki atlet-atlet handal olah raga seni beladiri Wushu. Potensi itu dirasa perlu oleh Moh. Hasan Jailani, mendapatkan perhatian dan support dari semua pihak. Terlebih campur tangan dari Pemerintah Daerah.
Hal itu dikatakan oleh tokoh pemuda Sampang yang akrab disapa Mamak ini, Minggu, 23 April 2017. Ia mengaku bangga dan sangat mengapresiasi atas digelarnya Kejuaraan Wushu Sanda memperebutkan Piala bergilir DPC FKPPAI Sampang.
“Suatu kebanggan pertandingan Wushu digelar di Sampang, ini yang pertama kalinya di Sampang termasuk di Madura. Selamat bertanding, junjung tinggi sportifitas. Melalui olahraga ini semoga berujung prestasi bagi Daerah,” kata Mamak.
Kejuaraan Wushu Sanda digelar oleh Forum Komunikasi Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) setempat, di GOR Tenis Indoor Wijaya Kusuma Sampang. Diikuti oleh 56 atlit mulai dari kelas pra junior usia 8 hingga 12 tahun, kelas junior usia 11 hingga 19 tahun dan kelas senior usia 19 tahun ke atas.
“Kami mengadakan kejuaraan ini untuk membentuk prestasi anak bangsa di Sampang. Karena dulu ada atlit Wushu asal Sampang yang menjadi atlet kota lain karena di Sampang tidak ada. Dan ini menjadi sejarah dengan adanya sasana Wushu di Sampang,” ujar panitia penyelenggara, Gus Hakimur Rohman, yang juga Korwil Madura DPD FKPPAI
Jawa Timur.
Dijelaskan olehnya, untuk melahirkan atlit handal Wushu, saat ini di Kabupaten Sampang telah berdiri 4 sasana Wushu. Yakni Gagak Hitam, Harimau Emas, Elang Emas dan Rajawali Emas.
“Harapannya semoga Pemerintah termasuk KONI ikut membesarkan Wushu di Sampang dan memasukkan cabang olahraga Wushu hingga muncul atlet – atlet Wushu yang berprestasi,” tukasnya.
Nantinya, pemenang dalam Kejuaraan Wushu Sanda ini akan dikirim ke Surabaya pada awal bulan depan, dalam even Kejuaraan Wushu Piala Walikota Surabaya. (NWW/BETH)