SAMPANG, koranmadura.com – Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menyatakan sebanyak 38 persen penduduk Jawa Timur tidak lulus tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama (SMP). Sehingga penduduk Jatim kebanyakan tidak mempunyai keterampilan (un skills).
“Peningkatan pendidikan, kesehatan, maupun daya jual (SDM) itu yang menjadi PR dan yang pelu kita dorong. Sedangkan 38 persen penduduk un skills itu termasuk di Sampang,” ucapnya, Sabtu, 22 April 2017.
Oleh sebab itu, pihaknya saat ini berencana meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), baik meliputi pendidikan, kesehatan, maupun daya jual. Namun di sisi lain, pihaknya akan tetap menjunjung tinggi pendidikan pondok pesantren. Sebab negara akan tetap maju dengan etika dan moral yang kuat.
“Madura itu spiritualnya kuat dan kekayaan itu luar biasa di dunia, tapi keterampilannya kurang. Oleh karenanya itu yang nanti kami dorong yakni kita akan bangun keterampilan di sekitar pondok pesantren,” tegasnya.
Beberapa waktu lalu, pihaknya membantu mengubah SMA menjadi sekolah kejuruan di kabupaten Sumenep. “Di Sumenep kemarin SMA diubah menjadi SMK, kita biayai itu,” tegasnya. (MUHLIS/MK)