SUMENEP, koranmadura.com – Sebanyak 27 calon jemaah haji lanjut usia (lansia) yang tercatat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Madura, Jawa Timur, diusulkan berangkat melaksanakan ibadah haji tahun ini.
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Sumenep, Rifa’e Hasyim, mengatakan, lansia yang diusulkan berangkat tahun ini umurnya minimal 75 tahun dan porsinya sudah mengendap minimal tiga tahun.
“Calon jemaah haji yang umurnya sudah mencapai 75 tahun boleh mengajukan percepatan haji. Asalnya, porsinya sudah mengendap selama tiga tahun,” kata Hasyim.
Mantan Kasi Pendma Kemenag Sumenep ini menjelaskan, proses penentuannya berdasarkan urut nomor porsi, jika yang mengajukan percepatan haji lebih banyak dari kuota.
“Jadi, bisa jadi meski umurnya sudah 90 tahun tapi nomor porsinya masih muda, bisa didahului oleh calon jemaah haji yang umurnya 75 tahun namun antrenya sudah lebih lama,” tambahnya, menjelaskan.
Selain mengusulkan 27 CJH lansia, Kemenag Sumenep juga mengusulkan penggabungan suami-istri untuk berangkat tahun ini. Jumlahnya 4 orang. Semuanya telah mendapatkan sosialisasi.
Jumlah keseluruan, baik usulan lansia maupun penggabungan suami-istri, sama dengan jumlah CJH gagal berangkat tahun ini karena tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) hingga batas yang ditetapkan, yakni 31 orang.
Sehingga total CJH asal Kabupaten Sumenep yang akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini tetap 513 orang. Masa pelunahan BPIH tahap kedua telah dibuka sejak 22 Mei sampai 2 Juni 2017. (FATHOL ALIF/MK)