SAMPANG, koranmadura.com – Banjir sering terjadi di Kota Sampang, Madura, Jawa Timur. Menjadi catatan istimewa Komando Distrik Militer (Kodim) 0828 setempat. Komandan Distrik Militer (Dandim) 0828 Sampang, Letkol Infantri Indrama Bodi menyatakan banjir di Kota Sampang sejak Pebruari 2016 lalu hingga April 2017 telah menelan korban sebanyak 9 jiwa.
“Banjir di Sampang ini sudah urgen karena telah menelan korban sebanyak 9 orang. Meski di daerah lainnya juga terjadi hal yang sama. Hanya di Sampang yang menelan korban,” ucapnya usai menggelar acara silaturahmi dengan masyarakat di Makodim 0828 Sampang, Rabu, 3 Mei 2017.
Meski demikian, tahun anggaran 2017, pemerintah Kabupaten Sampang mendapat gelontoran dana dari pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Anggaran untuk penanggulangan bencana itu ada jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Yang jangka panjangnya itu mungkin pembuatan waduk untuk mengalihkan aliran air sungai Kali Kamoning,” katanya.
Selama banjir terjadi di Kota Sampang, pihaknya telah bekerja sama dengan Polres Sampang, BPBD, dan Dinsos setempat. Bahkan pihaknya juga meminta BPBD menyiapkan makanan siap saji untuk para korban banjir terutama di Desa Pasean, Kecamatan Kota. “Warga saat banjir, ada yang mau ngungsi dan ada juga yang bertahan di rumahnya,” tandasnya. (MUHLIS/RAH)