SUMENEP, koranmadura.com – Penebusan beras untuk rakyat sejahtera (Rastra) 2017 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, relatif minim. Hingga akhir Mei, penebusan masih mencapai 18 persen. “Masih 18 persen, itu laporan yang kami terima dari Bulog,” kata Mustangin, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep.
Menurutnya, salah satu alasan kepala desa enggan melakukan penebusan karena Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD-ADD) belum cair.”Tergantung kemampuan desa untuk menebusnya. Karena belum semuanya desa mampu menebus, rata-rata masih mengandalkan DD,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya menyarankan kepala desa segera melakukan penebusan. Diyakini di bulan Ramadan ini, masyarakat sangat mengharapkan realisasi bantuan beras bersubsidi itu.
Berdasarkan data yang dimilikinya, kecamatan yang sudah melakukan penebusan rastra baru Kecamatan Dasuk, Ambunten, Batu Putih, Bluto, dan Pragaan. Selain itu, Kecamatan Rubaru, Kecamatan Saronggi, Ganding, dan Lenteng juga menelebus.
Untuk wilayah kepulauan diantaranya kecamatan Gayam, Gili Genting, dan Kecamatan Nonggunong.”Hanya saja, tidak semua desa dari kecamatan yang disebut itu menebus rastra. Dari kecamatan itu hanya beberapa desa saja yang sudah melakukan penebuan rastra,” ungkapnya. (JUNAIDI/RAH)