SAMPANG, koranmadura.com – Rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat, untuk membantu meringankan ratusan korban bencana puting beliung pada akhir Maret 2017 lalu, masih tersendat SK Bupati.
Kepala Dinsos Sampang, Moh Amirudin menyatakan rencana bantuan sosial (bansos) untuk 226 kepala keluarga (KK) korban puting beliung di empat kelurahan. Masing-masing Kelurahan Polagan, Dalpenang, Rongtengah, dan Banyuanyar.
Meski hingga saat ini masih belum bisa dicairkan, menurutnya, tidak lama lagi pasti sudah bisa dinikmati penerimanya. Dia berjanji sebelum Ramadhan, penyaluran bantuan sosial itu akan terealisasi. “Masih belum, sekarang masih proses. Insyaallah sebelum bulan puasa semuanya sudah kelar,” janjinya.
Amirudin menyebutkan kendala realisasi pencairan bansos bagi korban puting beliung tersebut masih menunggu surat keputasan (SK) Bupati Sampang. “Kami masih nunggu SK dari Bupati. Tapi yang jelas, semuanya masih proses. Bansos itu tidak langsung ada, melainkan melalui mekanisme yang ada,” jelasnya.
Lebih jauh Amir menerangkan, total anggaran bansos tersebut sebesar Rp 278 juta untuk 226 KK, dengan rincian Rp 2,5 juta untuk rumah dengan kategori rusak parah, Rp 1.5 juta untuk kategori sedang, dan Rp 1 juta untuk kategori ringan.
“Besaran itu kami sesuaikan dengan kerusakannya. Untuk yang rusak berat itu ada 10 rumah, sedang 74 rumah, dan rusak ringan ada 142 rumah. Pembagian bansos itu kami libatkan Pak Lurah untuk mengumpulkan warganya dan diserahkan langsung di saat itu pula di Kantor Kelurahan,” tegasnya.
Penerima bantuan tersebut, menurutnya, berdasarkan hasil survei bersama yang melibatkan Dinsos, BPBD, dan instansi lainnya. (MUHLIS/RAH)