SUMENEP, koranmadura.com – Maraknya pembunuhan di Kecamatan/Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapat perhatian dari kepolisian setempat. Bahkan, untuk memburu pelaku Korps Bhayangkara mengirimkan pasukan sebanyak satu pleton.
“Tetap kami selidiki kasus itu, sudah kami kirim personel sebanyak 1 pleton ke sana (Sapudi),” kata Kapolres Sumenep, AKBP H Joseph Ananta Pinora, Senin, 22 Mei 2017.
https://www.koranmadura.com/2017/05/22/pelaku-pembunuhan-asal-sapudi-diringkus-polisi/
Ia mengungkapkan, hingga saat ini personel yang dikirim sejak beberapa waktu lalu belum ditarik kembali ke Mapolres Sumenep. Mereka dikhususkan untuk mencari terduga pelaku pembunuhan.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun koranmadura.com, pembunuhan di Pulau Sapudi nyaris terjadi setiap bulan. Mulai terbunuhnya Muhlia (47), warga Dusun Embol, Desa Tanah Merah, Kecamatan Nongunong, Pulau Sepudi, Sumenep, tewas dibunuh dua pria bercadar di teras rumahnya, pada Senin, 13 Februari 2017.
Juga pembunuhan terhadap Hasanah (29) warga Dusun Pabima, Desa Talaga, Kecamatan Nonggunong, Pulau Sepudi, yang ditemukan sudah tinggal tulang belulang dan diperkirakan dibunuh pada bulan Maret lalu.
Kemudian, pembunuhan juga dialami Matrasan (50), warga Dusun Banasem, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Pulau Sepudi, Sumenep, Kamis, 20 April 2017. Pria ini dibunuh saat berada di dalam kamarnya. Pelaku pembunuhan diduga tidak sendirian namun tidak diketahui wajahnya karena pelaku memakai cadar.
Selain itu, ada pula pembunuhan kepada Nur Hasanah warga setempat. Motif pembunuhan ini berawal karena cinta Ahmad Syafrawi ditolak oleh orang tua korban. Sehingga anaknya dibunuh dengan cara dicekik lehernya. Saat ini terduga pelaku telah berhasil diamankan dan sedang menjalani proses pemeriksaan.
“Kalau petugas kami kurang, saya kirim lagi. Biarkan nanti Lebaran di pulau,” tegasnya. (JUNAIDI/MK)