BANGKALAN, koranmadura.com – Di sepakbola luar negeri, membicarakan gaji pemain bukanlah hal yang tabu. Manajemen klub di liga Inggris, Italia, Spanyol dan Jerman biasanya memberitahu publik soal nilai transfer plus besaran gaji pemain yang baru mereka rekrut.
Per-Januari 2017, sekelompok peneliti berbasis di Swiss bernama CIES Football Obsevatory membuat daftar 25 pemain bola termahal di dunia. Kita sebutkan tujuh teratas, Di urutan pertama ada nama Neymar Junior, Kedua Leonal Messi, lalu Paul Pogba, Antonie, Luis Suarez, Harry Keane dan Cristiano Ronaldo.
Namun di Indonesia, membicarakan gaji pemain termasuk hal yang tabu. Manajemen dan pemain ogah menjawab bila ditanya soal gaji. Termasuk dua pemain klub Madura United, Bayu Gatra dan Fabiano Beltrame, mereka enggan terbuka soal gaji yang mereka dapat.
“Saya sebenarnya mau bicara soal gaji, tapi kalau manajemen tidak terbuka lebih dulu, saya susah juga mau bicara,” kata Fabiano beberapa waktu lalu.
Begitu pun dengan Bayu Gatra. Menurut dia, dalam klub pun, soal nilai kontrak hanya diketahui pemain dan manajemen. Antar pemain tidak tahu menahu gaji pemain lain.
“Kalau dibicarakan terbuka, dikhawatirkan timbul kecemburuan sosial antar pemain, sehingga membuat suasana tim kurang bagus, gaji itu rezeki masing-masing lah,” ujar pemain kelahiran Jember ini.
Meski tak terbuka soal gaji, melihat tunggakan Bayu Gatra yaitu Fortuner keluaran terbaru. Sudah tergambar, nilai kontrak Bayu Gatra salah satu yang termahal di tim Madura United. (ALMUSTAFA /MK)