SUMENEP, koranmadura.com – Dari 330 desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih banyak yang belum menyetorkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Baru sekitar 20 persen yang menyetorkan. Padahal, saat ini sudah hampir pertengahan tahun.
Akibatnya, Dana Desa untuk tahun 2017 terlambat. Penyusunan APBDes seharusnya sudah rampung pada Desember 2016. Sehingga pencairan DD tahun berikutnya tidak sampai molor.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, A. Musuni, keterlambatan penyusunan APBDes karena SDM di tingkat desa belum mumpuni. “SDM-nya belum maksimal,” katanya, Kamis, 18 Mei 2017.
Lanjut dia, sebenarnya anggaran DD sudah tersedia di kas daerah. Tinggal desa mempercepat penyusunan APBDes untuk mencairkannya. “Saya sudah berkoordinasi dengan para camat agar desa dibantu menyelesaikan penyusunan APBDes-nya,” tambah mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) itu.
Tak hanya dengan para camat, DPMD juga meminta seluruh pendamping desa agar lebih semangat mendampingi desa, terutama dalam menyelesaikan hal-hal berkaitan dengan administrasi desa.
“Kami juga akan terus memberikan pembinaan kepada desa agar SDM-nya bisa lebih maksimal. Intinya, saya berharap tahun depan hal seperti ini tidak sampai terjadi lagi,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/MK)