SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Busro Karim, mengatakan bahwa indeks pembangunan manusia di bidang pendidikan di kabupaten paling timur Pulau Madura masih rendah.
Hal itu disampaikan Bupati dalam sambutannya saat upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017 di halanan kantor Setkab Sumenep, Selasa, 2 Mei 2017.
Menurut mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode itu, IPM di bidang pendidikan saat ini masih 62 poin. Pemerintah menargetkan, tahun 2021 bisa mencapai 64,50 poin.
Untuk mencapai target itu, dikatakan bahwa pemerintah telah menyusun beberapa program dalam kurun waktu 2016-2021. Di antaranya pengembangan pendidikan berbasis pesantren, peningkatan mutu dan relevansi pembelajaran dan program PAUD holistik.
“Di samping itu juga peningkatan kompetensi guru serta pemberian penghargaan kepada guru, siswa dan penyelenggara pendidikan berprestasi,” katanya.
Selebihnya, Busyro juga berharap agar Hardiknas kali ini dijadikan sebagai momentum berbenah dan menyalakan kembali semangat Ki Hajar Dewantara 109 tahun lalu. “Agar nilai-nilai perjualan beliau tidak usang meski zaman terus berubah dan generasi silih berganti,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/BETH)