SUMENEP, koranmadura.com – Hari pertama Operasi Patuh yang dilakukan oleh Satlantas Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, di Jl. Trunojoyo, Selasa, 9 Mei 2017, sejumlah pengendara kocar- kacir dan lebih 100 pengendara lainnya terjaring.
Pantauan di lokasi, setelah melihat petugas yang melakukan operasi, sejumlah pengendara terlihat menghindar dengan cara nekat melawan arah. Bahkan ada pula yang tiba-tiba berhenti dan masuk ke dalam warung makan.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Sumenep, Ipda Rizal Wijaya mengatakan tujuan gelar Operasi Patuh kali ini untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Selain untuk menekan angka kecelakaan, kegiatan ini juga dalam rangka menertibkan masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran lalu lintas.
“Operasi ini dilakukan secara serentak oleh seluruh jajaran polisi lalu lintas di seluruh wilayah di Indonesia. Khususnya di Polda Jatim. Operasi seperti ini akan dilakukan selama 14 hari,” kata Rizal.
Rizal mengaku belum melakukan rekap secara keseluruhan. Namun diperkirakan lebih dari 100 pengendara yang telah ditangan polisi dengan beberapa alasan.
Menurutnya, jenis pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara di antaranya tidak menyalakan lampu siang hari, tidak mengenakan sabuk pengaman, dan ada pula yang tidak membawa surat-surat. (FATHOL ALIF/RAH)