SUMENEP, koranmadura.com – Anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Moh Ramzi meminta polisi memperketat pengawasan distribusi BBM, mengingat akhir-akhir ini bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sering kosong di SPBU.
Politisi Hanura itu khawatir momentum Ramadan dijadikan kesempatan oknum tertentu untuk menimbun BBM. ”Jika itu terjadi, dipastikan BBM akan langka dan harganya akan naik. Sementara penimbunan itu masuk pidana,” katanya, Rabu, 17 Mei 2017.
Menurutnya, dari 27 kecamatan di kabupaten ujung timur Pulau Madura, yang paling rentan terjadinya kelangkaan BBM di daerah kepulauan, karena secara geografis kepulauan jauh dari daratan, sehingga pengawasan harus lebih dioptimalkan.
Sementara itu, Kapolres Sumenep, Ajun Komisaris Besar Polisi H Joseph Ananta Pinora mengatakan, pengawasan BBM terus dilakukan. Terkait kelangkaan BBM jenis premium, dirinya dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan. ”Nanti kita cek kenapa kok bisa langka, apakah harga jualnya ada kesamaan, jika berbeda kenapa kok bisa berbeda,” katanya, Rabu, 17 Mei 2017.
Menurutnya, jika nanti ditemukan ada penimbunan akan dilakukan pengecekan, apakah penimbunan itu dilakukan karena untuk meraup keuntungan atau karena ada faktor lain, seperti karena cuaca ekstrem sehingga pendistribusian ke daerah kepulauan tidak bisa dilakukan. ”Jika dipaksakan berbahaya kami terima alasan itu,” jelasnya.
Namun, jika ditimbun karena alasan mesin rusak atau dioplos akan ditindak. Sebab, penimbunan tersebut dinilai telah melanggar hukum yang mengarah kepada tindak pidana. ”Kalau ngoplos tidak boleh, itu harus kita tangkap. Itu pidana, jangan sampai konsumen-masyarakat jadi korban,” tegasnya. (JUNAIDI/MK)