SAMPANG, koranmadura.com – Sebulan yang lalu, Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf menyatakan bahwa Kabupaten Sampang, Madura, Jatim, merupakan target pemasaran narkoba di wilayah Jawa Timur. Kondisi itu pula menjadi perhatian Ketua LPBI NU Sampang, Moh Hasan Jailani.
Menurutnya, di hari Sejarah dan Makna Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), 20 Mei, seharusnya dijadikan sebagai momentum memacu diri untuk bangkit dan berani mengatakan tidak untuk narkoba. Dengan demikian, anak bangsa dapat berprestasi baik di bidang pendidikan, olahraga, seni, maupun bidang lainnya.
“Negeri ini maju tidaknya tergantung pada kita sendiri, bukan orang lain,” ucapnya, Senin, 22 Mei 2017.
Lebih jauh, Tretan Mamak, sapaan akrabnya, berharap bahaya narkoba juga menjadi perhatian serius semua pihak. Baik ulama, pemerintah, pimpinan stakeholders, ormas, dan lainnya harus berupaya keras melawan maraknya peredaran narkoba di kalangan pemuda.
“Selain melawan maraknya narkoba, marilah kita sama-sama memberikan ruang kepada kaum muda untuk berekspresi sehingga dapat memacu prestasi yang bisa dibanggakan untuk daerah, bangsa, dan negara. Namun sebaliknya, akan berakibat fatal apabila kaum muda malah lebih memuja setan narkoba,” ucapnya. (MUHLIS/RAH)