PAMEKASAN, koranmadura.com – Kud, Dusun Sakolaan, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, melihat pelaku teror bondet di belakang rumahnya, Senin, 8 Mei 2017. Bahkan mengaku sempat menantangnya. Sesaat setelah bunyi ledakan itu menggelegar.
“Saya hanya berteriak: kalau berani ayo satu lawan satu. Kalaupun mati biar mati bersama-sama,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.
Dia mengaku tidak melarikan diri. Bahkan memanggil-manggil peneror. Mengajaknya berduel, namun dia kabur sebelum menghilang di kejauhan.
https://www.koranmadura.com/2017/05/08/ledakan-di-belakang-rumah-kud-itu-bondet/
Menurutnya, kejadian itu tidak diduga-diduga sebelumnya. Juga tidak menyadari akan ada orang yang berniat mencelakakan dirinya. Alasan itu yang membuatnya bersama keluarga hidup tenang di rumah malam itu.
“Saat terjadi ledakan saya sedang merokok dan istri saya baru masuk ke kamar,” kata Kud kapada awak media.
Sekadar mengingatkan, peristiwa pelemparan bondet terjadi sekitar pukul 2.00 Wib, Senin, 8 Mei 2017. Akibat peristiwa itu, dinding rumah dan sebagian genteng hancur. Televisi, sound, dan lemari beserta isinya rusak berantakan. Insiden ini menyentakkan kesadaran, hidup Pak Kud sekeluarga sedang tidak aman. (RIDWAN/RAH)