SAMPANG, koranmadura.com – Era perkembangan teknologi dan informasi terus bergulir seiring waktu. Akan tetapi, di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, belum bisa dimanfaatkandengan baik. Terbukti, hingga saat ini, puluhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sampang belum memanfaatkan informasi berbasis internet, padahal fasilitas internet sudah disediakan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sampang, Moh. Djuwardi menyatakan ada sebanyak 37 OPD di Sampang dengan website yang sudah disediakan, namun dari sekian SKPD yang ada hanya separuh yang aktif.”Dari separuh itu, tidak semuanya beroperasi normal,” katanya, Senin, 1 Mei 2017.
Menurut Djuwardi, penggunaan teknologi informasi itu tidak normal karena terkendala perangkat, yaitu kapasitas server kurang canggih dan SDM operatornya kurang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Oleh sebab itulah, pihaknya berjanji pada 2018 mendatang, akan melakukan perbaikan secara bertahap yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemerintah Daerah (Pemda).
“Kalau tahunini belum bisa, anggaran kita terbatas, ditambah lagi anggaran persiapan Pilkada. Tapi kalau 2018, kami upayakan untuk memperbaiki perangkat keras dan SDMnya,” janjinya.
Lebih jauh Djuwardi mengatakan, perbaikan itu untuk menerapkan sistem pemerintah yang berbasis elektronik (e-government), meski dalam keterbatasan. Total perbaikan sistem informasi diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 10 miliar.
“Gedung yang ada sekarang masih belum memenuhi syarat, ditambah lagi SDM-nya. Pegawai PNS yang memang ngerti informatika hanya dua yang dibantu tenaga honor. Nah, pelayanan e-goverment ini agar pelayanan publik akan lebih cepat, tepat, dan transparan,” tandasnya. (MUHLIS/RAH)