SAMPANG, koranmadura.com– Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Madura, Jawa Timur, terkesan lamban melakukan pengawasan dan antisipasi terhadap peredaran makanan dan minuman (mamin) kadaluwarsa serta berbahan zat berbahaya.
Terbukti hingga lima hari menjalani ibadah puasa belum ada gelagat upaya Dinkes. Padahal seharusnya pengawasan oleh Dinkes dilakukan sehari sebelum Ramadan.Semacam sidak ke sejumlah pasar maupun toko yang menjual makanan dan minuman.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sampang Farid Bil Fagih menjelaskan pihaknya akan melaksanakan sidak makanan dan minuman itu pada pekan kedua bulan Ramadan ini. Selain itu, pihaknya enggan dikatakan tidak melakukan inspeksi mamin sebelum Ramadan.
“Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, seperti dari Polres, Satpol PP, dan Disperdagprin. Kami rencanakan minggu kedua. Sebelum Ramadan kemarin kami sudah sidak garam konsumsi yang tidak mengandung yudium,” ucapnya, Rabu, 31 Mei 2017.
Lebih jauh Fagih menyatakan sidak tahunan yang diprogramkan sebelum lebaran akan difokuskan pada mamin kadaluwarsa dan mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Diperkirakan sebanyak delapan tim, berjumlah 10 personel di 14 kecamatan.”Kalau mengaca ke tahun lalu itu berjumlah delapan tim di delapan kecamatan karena persiapannya kurang. Tapi, kalau sekarang bisa saja delapan tim juga. Namun, wilayah operasinya untuk sidak tahun ini, yaitu di seluruh kecamatan,” ucapnya. (MUHLIS/RAH)