SUMENEP, koranmadura.com — Sejumlah penjual bensin eceran di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terancam gulung tikar, karena tak lagi mendapatkan jatah BBM jenis premium.
Salah seorang penjual bensin eceran di Kecamatan Ganding mengatakan, sekitar sepekan terakhir dirinya sudah tidak lagi mendapatkan bensin di SPBU meskipun antre selama berjam-jam.
”Kami hanya mendapatkan BBM jenis pertalite, itupun hanya separuh dari biasanya dan harus antre hingga lebih lima jam,” kata seorang laki-laki yang biasa jual bensin dan minta namanya tidak disebutkan.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, Mustangin mengakui bensin di SPBU sering kosong. Menurutnya, kosongnya bensin disebabkan karena telah terjual kepada pengelola Pertamini.”Karena sudah terjual dengan stok banyak, maka yang pakek drijen kecil tidak kebagian,” katanya.
Kendati demikian, Bagian Perekonomian mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Pertamina. Karena yang berhubungan dengan pendistribusian BBM sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pertamina.
Kendati demikian, pihaknya tidak bisa menjamin dalam waktu dekat ketersediaan bensin akan kembali pulih sebagaimana bisanya. ”Sudah kami sampaikan dan telah menjadi perhatian khusus soal ini semua,” jelasnya. (JUNAIDI)