SUMENEP, koranmadura.com – Kepolisian Resor Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah mendalami laporan tentang dugaan penyalahgunaan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Masalembu. Itu dilakukan setelah ada laporan dari warga beberapa waktu lalu.
”Laporannya sudah masuk. Intel saya suruh pelajari,” kata Ajun Komisaris Besar Polisi H Jospeh Ananta Pinora, Jumat, 19 Mei 2017.
Menurut Kepala Kepolisian Resor Sumenep ini, kajian itu perlu dilakukan sebelum dilakukan penindakan, karena pihaknya selalu berhati-hati dan tidak serta merta melakukan penindakan. Jika penindakan dilakukan secara berlebihan, akan berdampak nigatif bagi warga setempat.
Secara administratif, Kecamatan Masalembu terdiri dari beberapa pulau. Bila disebutkan ada 4 pulau. Rinciannya 3 pulau berpenghuni dan satu pulau lainnya tidak berpenghuni.
Pulau yang berpenghuni, masing-masing Masalembu, Masakambing, dan Karamian. Sedangkan 1 pulau lain yang tidak berpenghuni, yaitu pulau Kambing.
https://www.koranmadura.com/2017/05/18/pendistribusian-bbm-di-masalembu-disoal/
Saat ini di Masalembu terdapat dua APMS, namun yang diduga kuat mendistribusikan BBM tanpa melalui Dispenser hanya APMS yang berada di Desa Masalima. Kondisi tersebut telah dilaporkan oleh warga setempat kepada Kepolisian setempat dan Kementerian Dalam Negeri.
”Kami lihat dan cek pidananya apa. Terus kalau dilakukan penegakan dampaknya gimana. Jangan sampai setelah ada penindakan yang berlebihan suplai minyak terhambat,” jelas mantan Kasat Intel Polrestabes Surabaya itu.
Masih kata Pinora, di Masalembu terdapat dua pengusaha agen penyalur minyak dan solar (APMS). Dikhawatirkan laporan yang disampaikan merupakan buntut dari persaingan bisnis.
Apalagi terkait pendistribusian BBM juga melibatkan instansi lain, seperti Pemerindah Daerah, Pertamina, dan juga Pengusaha. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut harus duduk bersama. ”Saya tidak mau diperalat seperti itu,” jelasnya.
Saat ini, kata Pinora, dirinya telah memerintahkan intel untuk membuat skema kondisi persoalan BBM di Masalembu yang diduga bermasalah. ”Nanti tak suruh intel saya bikin skema. Skema yang pas seperti apa, yang tepat seperti apa, skema yang terjadi di lapangan seperti apa. Yang jelas itu harus duduk besama. Kalau satu direpresif, yang lain tepuk tangan. Saya tidak mau juga, sama-sama tidak kenal sama orangnya, hati-hati juga itu. Sik-sik, tak cari solusi dulu, minggu depan gimana, itu intel saya sudah jalan,” tuturnya.
Sementara pemilik APMS 5669402 Hasama belum bisa dimintai keterangan. Saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, tidak merespon meskipun nada sambungnya terdengar aktif. (JUNAIDI/RAH)