SUMENEP, koranmadura.com – Masyarakat Sumenep, Madura, Jawa Timur, tampaknya harus meningkatkan kewaspadaannya jelang dan selama Ramadan. Sebab, ada potensi angka kriminalitas akan meningkat. Salah satunya tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Hal itu disampaikan Kapolres Sumenep, Ajun Komisaris Besar Polisi Joseph Ananta Pinora. “Jelang Ramadan potensi angka kriminalitas meningkat itu ada. Cuma tidak signifikan,” katanya kepada wartawan.
Karena itu, selain akan fokus memantau harga sembako agar tak sampai dipermainkan oleh para mafia, pihaknya juga akan mengantisipasi segala bentuk tindak kejahatan, baik curanmor atau segala bentuk pencurian lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.
Menurut Pinora, polisi sudah menyiapkan cara-cara khusus untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas jelang dan selama Ramadan. “Tapi teknisntya tidak akan saya jelaskan di sini,” tambah dia.
Dikatakan, angka kriminalitas yang mengalami peningkatan saat ini ialah curanmor. Hal itu, sambungnya, berjalin kelindan dengan maraknya narkoba. Kemungkinan besar para pelaku curanmor nekad melakukan pencurian karena membutuhkan uang untuk membeli narkoba.
“Kenapa curanmor bisa meningkat, kemungkinannya maling motor itu punya kebutuhan untuk beli narkoba. Makanya kami akan antisipasi melalui kegiatan razia. Jangan sampai ada pengendara tidak bisa menunjukkan STKN, SIM dan BPKB. Karena bisa dianggap penadah,” pungkasnya, menerangkan. FATHOL ALIF/MK