PAMEKASAN, koranmadura.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, merasa optimis dapat meraih penghargaan Adipura kembali, karena tempat pembuangan Akhir (TPA) sampah sudah diyakini tidak lagi jadi penghalang.
Hal itu disampaikan Kepala DLH Pamekasan, Amin Jabir. Menurutnya, dalam 2 tahun terakhir, berturut-turut Pamekasan gagal meraih penghargaan Adipura. Penyebabnya, TPA di Desa Angsana, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, masih belum standart ramah lingkungan.
Kini pengelolaan sampah di TPA Angsana sudah menggunakan teknologi sanitary landfill, yang ramah udara, tanah, dan air sekitar lingkungan TPA. Juga sudah memenuhi standart penilaian Adipura.
“Kalau sebelumnya, pengelolaan sampah masih pakai pola open dumping dengan mengubur sampah. Akibatnya, sangat potensial dapat mencemari lingkungan. Jadi, tidak lolos di penilaian akhir adipura,” kata Jabir.
Ada beberapa titik pantau penilaian adipura yang diyakini nilainya sudah masuk kriteria minimal 75. Tahun-tahun sebelumnya, Pamekasan selalu gagal di penilaian TPA. “Kalau penilaian di luar TPA, kami yakin masuk. Yang TPA ini, kami masih belum tahu. Tapi, kami optimis, nilai lebih dari standar minimal, karena sudah bagus. Tinggal penilaian pengelolaannya, yang tidak bisa diprediksi,” ungkapnya. (ALI SYAHRONI/RAH)