SAMPANG, koranmadura.com – Keluarga Mohammad Hudi (73), warga Dusun Pengarangan, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang Kota, sudah 16 tahun kehilangan kontak dengan Amidah (35), putri sulungnya yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi.
Saat ditemui awak media, Hudi bercerita, Amidah sejak menjadi TKW pada tahun 1998 pulang pertama kali pada tahun 2001 untuk menyerahkan anaknya, Ayu Putri Octavia, yang saat itu sudah berumur 2 bulan.
“Setelah pertama kali kerja, tiga tahun Amidah pulang ke rumah. Kemudian berangkat kembali ke Arab Saudi,” cerita Hudi, bapak dari tiga anak ini saat ditemui dirumahnya, Jumat, 16 Juni 2017.
Pada tahun yang sama Amidah kembali ke Saudi, sementara anaknya ditinggal di Madura. Namun, tak ada kejelasan tempat Amidah bekerja. Dari keberangkatan terakhirnya itulah putri sulungnya tidak bisa dikontak hingga saat ini.
“Yang berangkat kesana tidak tahu dengan siapa dan PT apa, sedangkan suaminya Sayyedi (40) warga Desa Batu Poro Barat Kecamatan Kedungdung tinggal di Sampang dan kawin lagi,” jelas pensiunan suruhan di Bagian Perekonomian Sekretariat Pemkab Sampang itu.
Meski hilang kontak, Hudi mengaku pernah mendapatkan kiriman surat dari Arab Saudi dari putri sulungnya ini, yang isi suratnya hanya meminta foto sekeluarga di Sampang. “Minta foto dan menyampaikan bahwa Amidah tidak akan pernah lagi bisa pulang ke rumah. Nah sekarang surat yang pernah dikirim ini dicari tidak ada, ingin tahu jelas alamat lengkapnya, tapi hilang mungkin terhanyut banjir,” katanya.
Sementara, Ayu Putri Octavia (16) berharap agar ibunya itu segera pulang dari tempat kerjanya. “Saya kangen, semoga ibu cepat pulang karena saya belum tahu persis wajah ibu saya karena ditinggal kerja sejak kecil,” ucap Ayu, siswa jurusan Kelas X Teknik Gambar Bangunan (TGB) SMK Negeri 1 Sampang.
Saat ini, Ayu diasuh oleh Admari, mantan Kepala Dusun Desa Dalpenang, yang tak lain masih satu keluarga neneknya. Ayu diambil asuh sejak berumur 9 bulan.
Terpisah, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kabupaten Sampang, Bisrul Hafi, menyarankan agar pihak keluarga segera melaporkan kepada dinas dengan data pendukung seperti paspor dan lainnya.
“Tapi kalau data itu tidak ada. Ya pasti kesulitan, karena kami juga akan berkoordinasi dengan KBRI yang ada di Riyadh dan Arab Saudi untuk mencari keluarganya yang hilang itu,” singkatnya. (MUHLIS/MK)