SUMENEP, koranmadura.com – Husky Cnooc Madura Limited (HCML) menargetkan tahun 2019 sudah mulai produksi. “Sampai saat ini HCML belum produksi. Jadi belum ada ‘profit’ apa-apa. Jika tidak ada kendala yang sifatnya urgen tahun 2019 baru mulai produksi,” kataCommunity Development Coordinator HCML, Ali Aliyuddin.
Ia mengungkapkan, saat ini HCML sedang melakukan beberapa persiapan, salah satunya pemasangan pipa besi sebagai jaket atau pengaman sumur hingga dasar laut. Saat ini pipa tersebut masih dalam perjalan dari Jerbon.
Setelah pemasangan jaket selesai, maka akan dilakukan pemasangan pipa bawah tanah. Semua pekerjaan itu ditargetkan selesai maksimal akhir tahun 2018 selesai semua. “Sehingga tahun 2019 bisa produksi,” ungkapnya.
Sementara lokasi produksi itu berada di lapangan MDA dan MBH, yakni di sekitar perairan Sapudi dan Raas. “Kalau jarak dari bibir pantai sekitar 10 kilo meter,” jelasnya.
Dikatakan, banyak faktor yang bisa menggagalkan rencana produksi, salah satunya adanya kebijakan pemerintah tentang nilai ekonomis migas. Misalnya, di titik A diprediksi bisa berproduksi apabila nilai ekonomisnya mencapai 7 U$ dolar, sementara pemerintah hanya membatasi nilai ekonomis maksimal 6 U$ dolar.
“Kondisi ini masuk dalam kejadian luar biasa, itu sempat kami alami di Sampang beberapa tahun lalu. Jadi target produksi gagal kami laksanakan,” tegasnya. (JUNAIDI/MK)