SUMENEP, koranmadura.com – Berdasarkan hasil pemetaan Dinas Perhubungan (Dishub) setelah berkoordinasi dengan pihak Satlantas Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, sedikitnya ada empat titik di jalur selatan rawan kemacetan saat masa mudik dan balik Lebaran 1438 H.
Kepala Dishub Sumenep, Sustono, mengatakan, salah satu titik di jalur selatan ialah di Desa Pakambang, Kecamatan Pragaan, tepatnya di sebelah barat pondok pesantren Al Amin. Sebab di sana sedang ada proyek pembangunan jembatan.
Untuk mengurai kemacetan di lokasi tersebut, pihaknya akan membangun pos pantau. Sebab kemungkinan besar di sana harus menggunakan sistem buka-tutup untuk mengurai terjadinya kemacetan.
Titik rawan macet lainya ialah di tiga lokasi pasar tumpah. Masing-masing di Kecamatan Pragaan, Bluto dan Saronggi. “Nanti di titik titik itu juga akan kami antisipasi agar macetnya tak parah,” ujar dia.
Kepadatan arus mudik Lebaran tahun ini yang melalui jalur diprediksi akan terjadi sejak H-7 Idul Fitri. Sesuai pengalaman tahun lalu, puncak arus mudik di Sumenep akan terjadi pada H-3. (FATHOL ALIF/MK)