PAMEKASAN, koranmadura.com – Harga sejumlah komiditi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengalami pergerakan sejak memasuki bulan Ramadan hingga jelang hari raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. Namun, kondisi itu diserahkan sepenuhnya pada harga pasar.
Alasannya, karena kenaikan harga merupakan sesuatu yang wajar sebagai dampak meningkatnya permintaan, yang menyebabkan harga berbagai komoditas di pasaran cenderung meningkat kendati stok barang dipastikan cukup.
Hal itu disampaikan Kepala Disperindag Pemkab Pamekasan, Bambang Edy Suprapto. Menurutnya, pemerintah tidak bisa menurunkan harga yang beredar di pasar. Kendati demikian, pihaknya hanya berupaya agar harga di pasaran tetap stabil dan kenaikannya tidak terlalu tinggi.
“Persedian stok kebutuhan pokok masyarakat Ramadan hingga Lebaran aman. Jelang Lebaran permintaan naik, bus saja naik, kereta api naik, pesawat naik. Jadi, Kenaikan harga itu wajar,” kata Bambang.
Kendati demikian, lanjutnya, naiknya tidak terlalu melonjak karena memang persediaan itu aman, kecuali bawang putih. Sebab, akibat musim yang kurang bagus di tahun 2016 lalu, membuat stok minim.
“Untuk mengantisipasi permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak dan pedagang, kami telah melakukan sidak dan sosialisasi ke sejumlah pasar rakyat di kabupaten ini. Yang terpenting tidak ada penimbunan barang, karena stok aman,” ungkapnya. (ALI SYAHRONI/MK)