SUMENEP, koranmadura.com – Jelang Lebaran 1438 Hijriyah, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan tes urin kepada awak bus di terminal Arya Wiraraja, Rabu, 14 Juni 2017.
Pelaksanaan tes urin kepada awak bus bersamaan dengan pengecekan kelayakan angkutan Lebaran oleh petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Sumenep.
BNN Kabupaten Sumenep belum menyampaikan hasil tes urin. “Hasilnya masih belum (bisa disampaikan),” ujar Kepala BNNK Sumenep, Bambang Sutrisno, kepada awak media. Namun, sambungnya, sejauh ini belum pernah ditemukan sopir bus terlibat masalah narkoba.
Menurut Bambang, tes urin dilaksanakan untuk memastikan tidak ada awak bus, baik sopir, kondiktur maupun kernet, yang terlibat narkoba. Sehingga kemungkinan terburuk dalam perjalanan bisa diantisipasi sejak awal.
“Tapi pada dasarnya, tes urin ini memang harus dilakukan secara berkala. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Dishub, untuk melakukan tes urin kepada pilot dan kapten kapal,” tambah dia.
Bambang berharap, pasca dilakukan tes urin sopir tdak terlibat narkoba, terutama saat hendak mengemudi. Sebab saat dalam perjalanan mereka yang paling bertanggung jawab terhadap seluruh penumpang.
Sesuai prediksi Dinas Perhubungan, puncak arus mudik Lebaran 2017 yang melalui jalur darat ialah H-3 Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan puncak arus balik pada 1 Juli mendatang. (FATHOL ALIF/MK)