SAMPANG, koranmadura.com – Jalur mudik di wilayah Sampang, Madura, Jawa Timur, masih belum aman bagi pengendara. Sekitar pukul 10.45 wib, Satiyeh (50), warga Desa Jrengik, Kecamatan Jrengik, menjadi salah seorang korbannya. Saat berboncengan dengan menantunya, mereka terjatuh. Satiyeh mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.
“Jalan di ruas jalan Jrengik banyak yang berlubang. Tadi saya tidak bisa menghindar dari lubang karena berpapasan dengan bus. Akibatnya, mertua dan anak saya terjatuh. Mertua mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya dan anak saya mengalami luka kecil di bagian kepalanya,” tutur Ajie, menantu Satiyeh, kepada koranmadura.com, Senin, 12 Juni 2017.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang memperhatikan keselamatan pengendara, dengan memperbaiki jalur mudik secepatnya. Apalagi saat ini, lebaran sudah semakin dekat, dipastikan para pengendara akan semakin banyak melintasi wilayah Sampang.
Kasi Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, Khotibul Umam menyatakan kesiapan kondisi jalan nasional dan rambu-rambu lalu lintas di daerahnya telah mencapai 90 persen untuk digunakan pada jalur mudik lebaran 2017. Meskipun begitu, pihaknya tidak mengelak dikatakan ada beberapa jalan nasional di daerahnya masih dalam kondisi rusak. Misalnya,jalan mulai dari Kecamatan Torjun hingga Jrengik masih cukup membahayakan.
“Karena dari Pekerjaan Umum itu paket proyeknya hanya pengerasan saja, tapi tidak ditambahi hotmix,” ungkapnya.
Selain di jalur Jrengik-Torjun, juga rawan kecelakaan di Jalan Raya Kecamatan Camplong-Taddan. Jalur itu lurus tapi sempit.”Di jalaur Camplong-Taddan merupakan daerah rawan laka. Maka dari itu diimbau kepada para pengguna jalan harus berhati-hati pada saat melintas di daerah tersebut karena rawan kecelakaan,” katanya.
Untuk memantau arus lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran 2017, pihaknya telah memasang 4 unit Closed Circuit Television (CCTV) di Jalan Jaksa Agung Suprapto atau Simpang Empat Barisan Indah, Kecamatan Sampang Kota. Kemudian bersama tim gabungan dari TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Damkar, Satpol PP, PMI, dan Pramuka, akan mendirikan 3 pos pantau di Kecamatan Jrengik, dalam Kota, dan Kecamatan Camplong. (MUHLIS/RAH)