SAMPANG, koranmadura.com – Ribuan Guru Tidak Tetap (GTT) di Sampang, Madura, Jawa Timur, harus gigit jari karena hingga H-4 Idul Fitri belum juga menerima dana insentif. Tidak tanggung-tanggung, nunggaknya sudah selama 6 bulan.
“Gaji para GTT sudah minim, yaitu Rp 200-300 ribu per bulan, insentif juga tidak cair. Kami berharap insentif itu bisa cair sebelum lebaran, karena sangat dibutuhkan,” ucap Adam Wardiyanto, salah satu GTT di SDN Pamolaan 2 Camplong.
Dia menjelaskan sebelumnya sudah ada kesepakatan pencairan dana insentif tersebut. “Kami mengeluhkan ini karena sebelumnya sudah ada kesepakatan akan cair pada bulan Ramadan. Ribuan GTT tidak terima insentif sejak Januari 2017 lalu,” gerutunya.
Tudingan tak sedap itu langsung ditepis Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Achmad Mawardi. Menurutnya, yang belum diberikan bukan insentif, melainkan honor GTT.
Menurut dia, honor belum bisa disalurkan karena terbentur dengan pengeluaran dana BOS. Aturannya, tidak boleh ada nama ganda. Atau satu nama tidak boleh menerima insentif dari dua sumber.
“Memang bulan puasa direncanakan cair. Tapi, karena benturan atau tidak boleh double counting, tidak bisa dicairkan. Kami akan berkoordinasi ulang dengan pemerintah daerah dalam pencairannya,” kelitnya.
Dia mengaku pada tahun sebelumnya lancar, sebab juknis BOS berbeda. Tahun ini, di BOS dikenal honor GTT. Sedangkan dana yang dikelolanya juga bernama honor GTT. “Makanya, ini tidak boleh diberikan kepada satu orang. Saya sudah menjelaskan kepada GTT melalui masing-masing UPT,” dalihnya. (MUHLIS/RAH)