SAMPANG, koranmadura.com – Khawatir aksi premanisme dan peredaran uang palsu (upal) semakin marak jelang Idul Fitri 1438 H, Polres Sampang mulai menyebar personelnya di beberapa titik keramaian.
“Sebelumnya kita amankan kasus premanisme dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2017 yang diketahui lebih banyak dari kasus lainnya. Dan jelang Lebaran, kami tetap akan meminimalisir kasus premanisme,” ucap Kapolres Sampang, AKBP Tofik Sukendar, Rabu, 13 Juni 2017.
Pihaknya menyebarkan anggotanya di pusat keramaian seperti perbankan, pertokoan emas, dan pasar sebagai upaya antisipasi pencopetan.”Jika masyarakat menemukan dan melihat gejala serta tindak kejahatan segera koordinasikan dengan pihak kepolisian,” pintanya.
Tofik juga meminta masyarakat mewaspadai peredaran upal menjelang Lebaran. Menurutnya, besarnya transaksi keuangan menjelang Lebaran dimanfaatkan oknum sebagai celah untuk mengedarkan upal.
Disisi lain, upal sangat mungkin marak karenauang pecahanyang baru dikeluarkan oleh Bank Indonesia belum banyakdiketahui oleh masyarakat.
“Kecenderungan uang palsu itu tersebar saat Idul Fitri karena tingginya transaksi keuangan yang terjadi, makanya kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan. Orang awam pun masih sulit membedakan mana yang asli dan palsu, masyarakat juga jangan mudah percaya menukarkan uang di pinggiran jalan yang legalitasnya belum tentu terjamin,” jelasnya. (MUHLIS/MK)