SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi, Selasa, 7 Juni 2017.
Korlap aksi Sitti Zahro mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian carut marutnyaIndonesia. Aksi yang diberi nama “Aksi Gotong Mayit” dilakulan di depan kantor DPRD setempat.
Menurutnya, sejak beberapa tahun lalu bangsa Indonesia dilandapersoalan-persoalan yang terkesan tidak berujung. Salah satunya kasus terorisme, seperti terjadinya bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta.
Tidak hanya itu, persoalan seksualitas, maraknya perampokan, pencurian, peredaran narkoba yang semakin merata di semua lini, korupsi, penistaan agama, serta pembakaran kitab suci.
Menurut Zahro, problem ini bisa saja nanti menjadi pemicu pecahnya NKRI. “Ini akibat pecahnya nilai-nilai Pancasila,” katanya.
IMM mendesak agar DPRD untuk mendesak DPR RI segera menetapkan UU tentang terorisme, dan juga meminta agar Polri mengedepankan profesionalisme dalam penegakan hukum. “Kami harap DPRD Sumenep bisa menyampaikan apa yang telah menjadi tuntutan kami,” jelasnya.
Setelah lama berorasi, akhirnya perwakilan mereka diperbolehkan masuk ke dalam kantor wakil rakyat di Jalan Trunojoyo. Mereka ditemui oleh Bambang Prayogi, Iskandar, dan Hj Zulfah di ruangan komisi II.
Bambang Prayogi, anggota Komisi II, menyambut baik dan akan segera menindaklanjuti semua tuntutan yang disampaikan mahasiswa. “Ini ada kesamaan dengan kami, sudah pasti kami sampaikan semua aspirasi ini,” katanya. (JUNAIDI/MK)