SUMENEP, koranmadura.com – Ketua Umum Front Pemuda Madura (FPM), Asep Irama menilai Ketua DPRD Sumenep, Jawa Timur, Herman Dali Kusuma, berlebihan. Politisi PKB itu mengaku sering menalangi anggaran kunjungan kerja (kunker) anggota dewan ke berbagai daerah karena lambatnya pencairan anggaran.
“Kami lihat niatnya Ketua Dewan baik, namun tidak harus dipublikasikan. Itu sudah berlebihan karena bisa menimbulkan persepsi negatif,” katanya, Jum’at, 2 Juni 2017.
Dikatakan, ketika tindakan itu dipublikasi maka memberikan kesan bahwa negara seolah ‘tidak mampu’ membiayai kunjungan anggota dewan, sehingga harus ditalangi dulu oleh Ketua DPRD secara pribadi.
Menurutnya, kebiasaan Ketua DPRD Sumenep merupakan tindakan yang langka, sepanjang sejarah baru pertamakali dalam Parlemen di Indonesia. Apalagi lazimnya, anggaran kunker dicairkan sebelum kegiatan dilaksanakan.
“Jangan hobi mengumbar pernyataan yang dapat memicu keresahan publik. Apalagi kalau mekanismenya jelas dan nilai dari kunker anggota dewan penting sebagai rujukan dalam perumusan Peraturan Daerah (Perda) misalnya, tentu pencairan anggaran dari pemerintah akan lancar,” terang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Jakarta itu. (JUNAIDI/MK)