SUMENEP, koranmadura.com – Anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Syaiful Bari menyebut Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, sebagai desa tertinggal atau terisolir.
“Pemerintah harus turun, karena di sana (desa Montorna) bisa dikatakan sebagai desa yang sangat terisolir,” katanya, Kamis, 12 Juli 2017.
Saat ini, kata Bari, ketertinggalan Desa Montorna tidak hanya di bidang ekonomi, melainkan juga infrastruktur. Menurutnya, hampir semua jalan desa belum tersentuh perbaikan.
Ia mencontohkan jalan desa yang menghubungkan Dusun Delima dengan Dusun Tonunggul dan Dusun Tonunggul dengan Dusun Komis. Dua jalan itu hingga saat ini belum mendapatkan perbaikan. Padahal, kata Kiai Bari, di Dusun Tanonggul banyak lembaga pendidikan.
“Kalau dari arah timur sudah ada pengerasan, namun saat ini rusak kembali. Kalau jalan ke utara memang tidak pernah diperbaiki. Jadi, kalau lewat sana bawa mobil harus hati-hati, jika tidak rodanya bisa lepas,” jelas politisi dari Dapil IV itu.
Tidak hanya itu, program kelistrikan juga belum memadai. Banyak masyarakat yang menikmati penerangan listrik melalui jalur PLN Kabupaten Pamekasan. Sehingga biaya yang dikeluarkan masyarakat mahal dibandingkan menyambung dari PLN Sumenep.
Oleh sebab itu, ia meminta Bupati Sumenep memperhatikan Desa Montorna sehingga lepas dari ketertinggalan. Selama ini perbaikan infrastruktur dan pengadaan jaringan serta tiang listrik dengan cara patungan. “Untuk kelistrikan kami minta Pak Bupati A Busyro Karim paling lambat 2018 sudah selesai. Kasihan masyarakat di sana,” tegasnya.
Desa Montorna terletak di perbatasan antara Kabupaten Sumenep dengan Kabupaten Pamekasan. Sementara jumlah hak pilih sekitar 6 ribu.
Sementara itu, Bupati Sumenep A Busyro Karim belum bisa memberikan keterangan. Saat dihubungi melalui sambungan teleponnya tidak menjawab meskipun nada sambungnya terdengar aktif. (JUNAIDI/MK)