PAMEKASAN, koranmadura.com – Serapan pupuk jenis Urea di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, masih rendah. Hingga saat ini baru mencapai 32.8 persen.
Berdasarkan data di PT Pupuk Kaltim, kuota Urea untuk Pamekasan, selama setahun sebanyak 22.829 ton. Dari alokasi tersebut, hingga pertengahan tahun ini yang sudah tersalurkan 7.487 ton, sedang sisanya 15.342 ton.
Hal itu disampaikan Assistant Account Executive (AAE) PT Pupuk Kaltim, Wilayah Madura, Syariful Iman Dion. Menurutnya, dengan melihat angka penyaluran pupuk dan sisa dengan waktu penyaluran, daya serap Urea tidak memuaskan.
“Jadi, daya serap hingga Juli ini di bawah normal, karena sedianya penyerapan itu sudah ada di sekitar angka 50 persen. Tapi, kami sebagai produsen hanya menyalurkan permintaan dari distributor,” kata Dion.
Lanjutnya, saat ini stok Urea yang tersedia di dua gudang penyangga di Pamekasan sebanyak 4.000 ton, sangat mencukupi untuk permintaan kebutuhan selama satu bulan lebih.
“Bagi kami sebagai produsen yang penting hingga akhir tahun tersalurkan 100 persen. Kami perkirakan rendahnya daya serap pupuk karena faktor cuaca yang terjadi di musim tahun ini,” ungkapnya. (ALI SYAHRONI/RAH)