SUMENEP, koranmadura.com – Sejak beberapa hari terakhir, harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Kepulauan Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, melambung tinggi.
“Sekarang bensin yang beredar di masyarakat harganya 15 ribu, paling mahal 20 ribu,” kata salah seorang warga Kecamatan Arjasa, Faisal, Selasa, 18 Juli 2017.
Menurutnya, hal tersebut sudah berlangsung sejak lima hari lalu. Sampai sekarang belum ada upaya penanganan dari pemerintah. “Saya selaku masyarakat berharap, masalah harga BBM ini segera diatasi. Jangan dibiarkan begitu saja,” harapnya.
Di Kepulauan Kangean, saat ini ada dua APMS (Agen Premium, Minyak, dan Solar) yang beroperasi. Satu berada di daerah Arjasa. Satunya lagi di Dukoh.
Secara terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, Mustangin menjelaskan lonjakan harga BBM di Kangean karena faktor cuaca sehingga kapal tanker tak bisa melakukan distribusi BBM.
“Kapal tangker itu, sebenarnya sudah merapat di Pelabuhan Tanjungwangi untuk mendistribusikan BBM ke wilayah kepulauan-kepulauan di Sumenep. Tapi karena faktor cuaca, menurut informasi dari Pertamina, sementara kapal tidak diperbolehkan berlayar oleh pihak Syahbandar di sana,” tuturnya.
Menurut Mantan Camat Gapura itu, saat ini stok BBM di APMS sudah habis. Adanya hanya di tingkat pengecer. “Karena pengecer sementara sudah tidak bisa membeli BBM ke APMS karena stoknya habis, akhirnya ada kenaikan harga itu,” ucapnya. (FATHOL ALIF/RAH)