PAMEKASAN, koranmadura.com – Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Qulub, Polagan, Galis, Pamekasan, Madura Jawa Timur, KH Abdul Mannan Fadholi, menyisakan banyak kenangan semasa hidupnya di hati kaum nahdliyin.
Sebelum berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu, 15 Juli 2017, pukul 06.00 Wib,kiai yang saat ini menjabat Rais Syuriah PCNU Pamekasan tersebut merupakan sosok pengayom.
Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Pamekasan, Fathorrahman.“Beliau tidak pernah mau melibatkan diri dalam konflik. Bahkan beliau sering melakukan mediasi. Semua orang beliau ayomi,” kata Fathorrahman, saat ta’ziyah ke rumah duka, Sabtu, 15 Juli 2017.
Paong, sapaan akrab Fathorrahman, merasa sangat kehilangan sosok ulama yang selama ini jadi punutan. “Kami kehilangan sosok pemimpin panutan, sosok orang tua,” ungkapnya.
https://www.koranmadura.com/2017/07/15/dua-rois-syuriah-telah-berpulang/
Tidak hanya itu, lanjut dosen di Universitas Madura (Unira) Pamekasan itu, KH. Abdul Mannan merupakan sosok ulama yang arif dan bijaksana.
“Prinsip beliau itu selama masih bisa mengalah, beliau tidak akan pernah mengedepankan perbedaan. Yang dicari beliau adalah titik persamaan. Kelompok siapapun dan kelompok manapun,” jelasnya. (RIDWAN/MK)