SAMPANG, koranmadura.com – Akibat anomali cuaca disertai angin kencang membuat gelombang air laut meninggi. Kondisi itu membuat para nelayan di wilayah pesisir pantai selatan Kecamatan Camplong mulai memperhitungkan untuk melaut.
Fahrul, salah satu nelayan asal Camplong, mengatakan, saat ini ketinggian ombak mencapai kurang lebih 3 meter, sehingga dirinya dan nelayan yang lain tidak bisa melaut karena hasil tangkapan ikan minim dan mengancam keselamatan.
“Karena anginnya kencang jadi tidak bisa melaut. Hasil tangkapan ikan pun juga tidak menentu,” ucapnya, Selasa, 25 Juli 2017. Tingginya air laut terjadi sejak 4 hari terakhir.
Akibat angin kencang dan ombak besar, ada dua perahu nelayan yang karam karena memaksa melaut, namun tidak sampai memakan korban jiwa. (MUHLIS/MK)