SAMPANG, koranmadura.com – SLT (16), korban kekerasan seksual dan human trafficking asal Dusun Buker, Desa Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melahirkan pada Minggu siang, 23 Juli 2017.
Dia lahir di rumahnya, namun harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat karena terjadi pendarahan akibat ari-arinya tidak keluar.
“Alhamdulillah, proses operasinya lancar. Karena SLT tergolong keluarga tidak mampu diikutkan BPJS dan sekarang pembuatannya masih proses,” tutur Siti Farida, Devisi Pemberdayaan dan Perlindungan Anak dan Perempuan di LSM Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Koorda Sampang, Senin, 24 Juli 2017.
Sementara Humas RSUD Sampang Yuliono mengatakan pasien SLT termasuk pasien gawat darurat. Dia menjelaskan di dalam perutnya masih terdapat sisa-sisa plasenta.
“Belum bersih total saat proses persalinannya, karena mungkin pasien tidak didampingi bidan desa saat melahirkan sehingga penanganannya kurang maksimal,” jelasnya.
Menurut Yuliono, kondisi pasien saat ini sudah mulai membaik setelah mendapat transfusi darah pascamenjalani operasi. “Nanti, kalau sudah membaik, pasien boleh pulang. Ya, mungkin besok,” paparnya.
Beberapa waktu lalu, SLT telah mempolisikan seorang kuli bangunan berinisial S (47), karena tidak mau bertanggung jawab atas penggagahan yanag telah dilakukannya. Dalam kasus tersebut diduga juga menyeret temannya berinisial SL, karena dialah yang menyerahkan SLT kepada S dengan bayaran Rp 50 ribu. Akan tetapi, kasusnya tersebut hingga saat ini masih belum terurus secara baik oleh pihak yang berwajib. (MUHLIS/RAH)