SUMENEP, koramadura.com – Pertandingan Madura FC melawan Semeru FC di Stadion A. Yani Sumenep, Sabtu, 29 Juli 2017 mendatang diyakini akan berlangsung cukup sengit. Pasalnya, pada saat di kandang Semeru FC 13 Mei lalu, Madura FC merasa dikalahkan dengan cara yang tidak sehat.
“Dulu pertandingan itu penuh kontroversi. Madura FC merasa banyak kejanggalan, terutama pada wasit yang ditengarai berpihak pada tuan rumah. Jadi, pertandingan di kandang Madura FC nanti akan cukup menarik,” kata Faizal Reza, salah satu suporter fanatik Madura FC.
Saat itu, untuk pertamakalinya sejak Liga 2 Indonesia bergulir, Madura FC menelan kekalahan. Tim berjuluk Laksar Jokotole itu harus pulang tanpa satu poin pun. Mereka kalah 2-1.
Kepada koranmadura.com, pelatih Madura FC sempat mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku tidak ada yang perlu dievaluasi dari timnya pasca kekalahan tersebut. Sebab menurut dia, timnya tidak dikalahkan oleh permainan lawan, tapi oleh wasit.
“Kalau kami kalah hari ini, bukan dikalahkan oleh pemain lawan, tapi dikalahkan oleh wasit,” kata pelatih yang pernah menuai sukses bersama Barito Putra itu, usai pertandingan kala itu.
Salah satu keputusan wasit yang dia nilai janggal ialah pada saat gol pertama Semeru terjadi. Saat itu, tutur Salahuddin, sebenarnya bola sudah dikuasai penjaga gawang. Namun Yus Jakfar dibentur oleh pemain lawan sehingga bolanya lepas, dan langsung disambar menjadi gol. “Ternyata gol itu dinyatakan sah,” ujarnya.
https://www.koranmadura.com/2017/05/13/pelatih-madura-fc-kita-dikalahkan-wasit/
Sabtu depan, anak Salahuddin tentu tidak akan membiarkan tim asal Lumajang itu menguasai lapangan di Stadion A. Yani Sumenep. Sebab selain soal pertandingan kontroversial tersebut, saat ini kedua tim sedang berjibaku berebut posisi puncak di klasemen sementara Grup 7 Liga 2 Indonesia. (BETH/RAH)