PAMEKASAN, koranmadura.com – Peluang Baddrut Tamam untuk bersanding dengan kader Partai Persatuan Pembangunan semakin menipis karena PPP menampakkan ‘sinyal’ akan mengusung kadernya sendiri sebagai calon bupati dalam pilkada Pamekasan 2018.
Ketua Fraksi PPP DPRD Pamekasan, Mohammad Sahur Abadi mengaku malu apabila partai berlambang kakbah tersebut mengusung kader partai tetangga sebagai calon bupati. Apalagi PPP di legislatif mendapat 9 kursi.
“PPP ini mendapat suara terbanyak. Kalau diporsikan PPP sama seperti dua fraksi. Jadi, masak masih selalu di wakil terus,” kata Mohammad Sahur Abadi, Kamis, 6 Juni 2017.
Meskipun PPP bisa mengusung calon sendiri, lanjut Sahur, partainya tetap membutuhkan koalisi dengan partai lain. “Kami tidak menutup diri pada partai lain untuk berkoalisi dengan PPP. Syukur-syukur koalisi yang sudah terjalin kemarin tetap bersama,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat empat kader terbaik PPP yang potensi mendapatkan rekomendasi, antara lain Wakil Bupati Khalil Asy’ari, Ketua DPRD Halili Yasin, Ketua DPC PPP KH. Mundzir Khalil, dan Wazirul Jihad. “Sangat mungkin salah satu dari mereka akan diusung sebagai calon bupati,” terangnya (RIDWAN/RAH)