SUMENEP, koranmadura.com – Pengelolaan Agen Penyaluran Minyak dan Solar (APMS) 04 di Kecamatan/Pulau Raas, Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga ada campur tangan anggota DPRD setempat.
Informasinya, pengiriman BBM ke Pulau Raas oleh pihak Pertamina telah dilakukan sejak 2013 lalu sejak Pertamina mengeluarkan izin pendirian APMS. Namun, hingga 2017 APMS tersebut belum beroperasi. Sehingga harga BBM mengalami kenaikan.
Saat ini harga premium sekitar Rp 10 ribu per botol dan solar sekitar Rp 8 ribu. Sesuai keputusan pihak Pertamina, harga premium untuk daerah Jawa, Madura, dan Bali Rp 7.050 dan solar Rp 5.650 per liter.
“Yang meladeni (mendampingi) pengelolaan APMS anak saya yang ada di Dewan, Komisi B (Komisi II DPRD Sumenep),” kata pemilik APMS 04 Raas, H Murahwi saat dihubungi melalui sambungan teleponnya.
Anggota Komisi II dari kepulauan salah satunya H Risnawi. Dia merupakan wakil rakyat di gedung parlemen dari Kecamatan/Pulau Raas. Informasinya, H Murahwi di Kecamatan Raas tidak hanya mengelola APMS melainkan juga menjadi pengusaha pembangkit tenaga diesel (PLTD).
Pria yang ditokohkan di Pulau Raas itu mengakui jika APMS yang telah lama digeluti itu belum beroperasi karena pembangunannya belum selesai. Sebenarnya, katanya, demi kepentingan masyarakat dirinya menginginkan pembangunan cepat selesai. “Tangkinya baru dikirim ke Raas pada bulan puasa. Sehingga BBM masih ditimbun di drum untuk sementara waktu,” ungkapnya.
https://www.koranmadura.com/2017/07/18/apms-terkesan-biarkan-bbm-di-raas-dijual-bebas-melebihi-het/
Terkait melonjaknya harga, H Murahwi menganggap hal biasa dan dirinya tidak bisa menghalau termasuk ditingkat pengecer. Apalagi jarak dari tempat bongkar muat ke tempat penampungan saat ini sangat jauh dan membutuhkan biaya.
Murahwi mencontohkan, di daerah daratan harga BBM cenderung tidak sama, dicontohkan jika harga BBM jenis premium dijual Rp 7,5 ribu bisa di Kecamatan Kalianget menjadi Rp8 ribu lebih. “Setelah kami tanya ke pengecer mereka menjual Rp8,5 ribu karena isinya lebih banyak dari pengecer yang lain,” jelasnya.
Sementara itu, H Risnawi mengatakan belum beroperasinya APMS itu karena belum siap. Salah satunya pembangunannya belum selesai. Hingga saat ini yang terpasang hanya tempat dispenser, sementara dispenser dan tangkinya belum dipasang. “Kalau ada ya kan dipasang. Harapan kami bisa beroperasi secepatnya,” ungkapnya saat dihubungi.
Menurutnya, dirinya selaku wakil rakyat terus berupaya memperjuangkan kepentingan masyarakat umum semaksimal mungkin. Namun, semua upaya yang dilakukan, termasuk pembangunan APMS membutuhkan proses. Oleh sebab itu dirinya meminta masyarakat bersabar dan dukungan agar upaya positif itu bisa berjalan lancar. “Tidak sama membeli kue di warung,” tandasnya. (JUNAIDI/MK)