Hidup ini memang pilihan. Karena itulah, setiap tindakan pasti ada konsekuensinya. Maka, berani berbuat harus berani menanggung resikonya. Koranmadura.com telah merangkumkan peristiwa-peristiwa terkait pilihan yang harus berakhir dengan konsekuensi itu, baik di Indonesia maupun secara khusus di Sumenep. Berita apa saja tuh?
Pencairan Bantuan PKH Nontunai Jadi Sarang Pungli. Proses pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) nontunai di Sampang, Madura, Jawa Timur, terindikasi jadi sarang pungli. Klik di sini.
Kepala SDN Pengarangan I Siap Terima Konsekuensi Dinas. Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pangarangan I Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sunari menyatakan siap menerima konsekuensi yang bakal diberikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Beritanya klik di sini.
Ketua DPRD Sumenep Terima “Rapor Merah” dari Mahasiswa. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Herman Dali Kusuma menerima “rapor merah” dari mahasiswa, Selasa, 25 Juli 2017, di depan kantor DPRD. Klik di sini.
Kejari Tahan Bendahara Pokmas Majapahit. Setelah melalui penyidikan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi menahan bendahara kelompok masyarakat (Pokmas) Majapahit, Ahmad, warga Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, Selasa, 25 Juli 2017. Klik di sini.
Eksekusi Penutupan Dua Tempat Karaoke di Pamekasan Makin Tak Jelas. Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berkomitmen akan menutup dua tempat karaoke di Desa/Kecamatan Tlanakan, masing-masing Tera’ Bulan dan Wiraraja. Namun hingga saat ini, eksekusi penutupan dua tempat hiburan itu, masih tak jelas. Klik di sini.
Heboh Beras “Maknyuss”, Dianggap Curang hingga Anjlok di Pasar. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri tengah mengusut dugaan kecurangan yang dilakukan PT Indo Beras Unggul (IBU) dalam memproduksi beras merk “Maknyuss” dan “Ayam Jago”. Klik di sini.