SAMPANG, koranmadura.com – Kepolisian Resor (Polres) Sampang, Madura, Jawa Timur, terus melakukan penyelidikan. Akan tetapi, tak kunjung mampu mengungkap kasus penggorokan leher yang dialami Kidah alias P. Jumhari (65). Warga Dusun Panobung, Desa Pangereman, Kecamatan Ketapang, Sampang itu, ditemukan tewas di teras rumahnya.
Kapolres Sampang, AKBP Tofik Sukendar melalui Kasatreskrim AKP Hery Kusnanto mengatakan pihaknya sampai saat ini masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi.
“Kami kumpulkan keterangan, baik dari pihak keluarga maupun tetangga korban. Intinya kami masih melakukan proses pengumpulan barang bukti untuk dikembangkan dan mencari tersangka penggorokan yang dicurigai,” ucapnya, Kamis, 6 Juli 2017.
Senjata tajam yang digunakan pelaku masih dilakukan pencarian karena di sekitar tubuh korban tidak ditemukan senjata tajam apa pun. “Untuk sementara barang bukti yang kami amankan yaitu pakaian korban. Dan yang lainnya masih dilakukan pencarian,” paparnya.
Dia membedakan kejadian yang dialami Kidah dengan kasus di Desa Paopale, meskipun sama-sama tewas dengan leher menganga akibat tersayat sajam. Di Paopale ditengarai kuat karena bunuh diri. “Sedangkan yang di Desa Pangereman masih dilakukan pencarian barang bukti,” ujarnya. (MUHLIS/RAH)